Seorang petualang karier yang merintis jalannya sendiri. Anastha Eka Susanti memulai perjalanan kariernya tepat setelah lulus kuliah sebagai perencana strategis. Tujuh tahun lebih (2008-2016) ia bekerja di bidang manajemen strategis dan monitoring performa bisnis di tiga industri berbeda: transportasi, perbankan, serta penerbitan dan ritel buku.
Pada 2012, di tengah kesulitan hidup dan tantangan profesional, ia mengambil kelas Penulisan Nonfiksi Kreatif yang diselenggarakan PlotPoint (kini Wahana Edukasi) di Jakarta. Namun, empat tahun berselang barulah ia memberanikan diri untuk terjun ke dunia penulisan dan penerbitan.
Sempat menjadi editor griya di Penerbit KPG sebentar saja, sebelum akhirnya pindah kembali ke kota asalnya, Bandung, dan resmi bekerja lepas secara penuh waktu hingga kini. Sejak itu, ia telah menyunting, menerjemahkan, dan menjadi penulis bayangan buku, juga menulis laporan, publikasi internal, dan konten media sosial untuk beragam jenama dan perusahaan.
Menyadari bahwa latar belakang manajemen bisnisnya dapat memberi sumbangsih bagi sektor kreatif, ia memperluas kariernya ke area pengelolaan dan administrasi seni pada 2018. Pernah menjadi Program & Marketing Manager di Wot Batu (2020-2023), sebuah instalasi seni luar ruang karya perupa terkemuka Sunaryo. Sejak 2023, mengelola Jalan Teater Indonesia, sebuah organisasi seni yang fokus pada teater terapan.
Kini sedang menjelajahi teritori baru, yakni kesehatan mental, sebagai Community Outreach Partner di Statera Healing Studio, sambil terus menggerakkan daya transformatif dari cerita dan kreativitas.
