
•
Setelah lima belas hari bertahan di hanya satu layar studio, Tiga Dara hasil restorasi 4K mengakhiri masa tayangnya di Bandung. Bukan waktu yang lama jika dibandingkan dengan waktu penayangan delapan minggu yang dicapainya dulu, ketika dirilis 59 tahun lalu. Namun, sedikit lebih lama dari dugaan saya yang hanya sepuluh hari saja. Beruntung, saya sempat…

•
Tak ada panggung. Penonton berkumpul di sebuah sudut, di sebelah kiri pintu masuk galeri NuArt Sculpture Park, dekat patung kuda berjudul Rebellious. Ada yang berdiri, ada yang berjongkok, ada yang duduk seadanya di lantai batu, mengitari sebuah taman kecil yang minim cahaya. Seorang penari berjalan-jalan di antara pepohonan yang menjulang di taman itu, seakan…
•
Hujan deras dan jalanan macet yang mendera Bandung sejak sore tak menyurutkan semangat saya dan Tita untuk datang ke The Goodlife, sebuah kedai mungil berbasis komunitas di Bandung. Saat tiba di lokasi, papan tulis hitam yang biasa bertuliskan daftar menu telah berganti tulisan menjadi “TUTUP”, namun beberapa tamu terlihat telah mengisi tiga dari empat meja…

•
Buku How To Be Alone karya Sara Maitland menghampiri saya pada suatu siang yang hujan rintik-rintik di Aksara Citos, dua tahun sekian bulan yang lalu. Sayang, perjumpaan kami yang singkat itu tidak diakhiri dengan pulang bersama. Tak ingat jelas kenapa saya memutuskan untuk tidak membawanya pulang. Kemungkinan besar karena sedang berhemat. Atau mungkin alasan…

•
Ada suatu masa ketika radio-radio di Bandung lebih demokratis dengan banyak menyiarkan acara yang playlist-nya disusun dari permintaan pendengar, alih-alih secara sepihak menentukan lagu apa yang layak masuk ke telinga. Salah satunya adalah acara Kamus Ozer, singkatan dari Kamu Suka Oz Puter, sebuah acara yang khusus memutarkan lagu permintaan Mojang-Bujang (begitu sapaan khas Radio…