Yang Berhasil Nyangkut di 2021

The Father (2021)

Elemen dari film ini yang membuat saya terpesona adalah desain produksinya. Saya nonton lewat Catchplay, jadi saya sangat bebas untuk memutar ulang setiap kali latar belakang adegannya berganti. Yang pertama saya sadari adalah dapurnya. Berulang-ulang saya putar kembali, tak yakin dengan apa yang saya lihat. Ini dapur apartmen si ayah atau anak perempuannya, sih?

Desain latarnya menipu penonton dengan kejam, menyesatkan kita dalam kabut pikiran Anthony. Memaksa kita mempertanyakan hal yang sama terus-menerus; realita mana yang betul terjadi? Apakah hidup itu benar-benar nyata?

Ingatan mungkin adalah pencerita yang paling tak bisa diandalkan, tapi pada akhirnya, ialah yang satu-satunya kita miliki.

Jason Sudeikis dan Brett Goldstein dalam Ted Lasso (2020)

Bukan kejutan kalau Ted Lasso masuk ke senarai ini, tapi memang serial ini sebagus itu. Saya keukeuh tentang ini.

Jodie Whitaker dalam Adult Life Skills (2016)

Menemukan Brett Goldstein di Ted Lasso mengantarkan saya ke film indie yang kecil namun berharga ini. Adult Life Skills itu tipe film di mana semua pemerannya bergumam dan klimaks ceritanya suam-suam kuku. Saya sudah peringatkan, ya. Tapi, ia bercerita tentang duka dengan cara yang aneh dan seakan terpaksa. Toh, duka memang bukan topik yang mudah diceritakan. Menjelang akhir film, kita bisa tahu kalau skripnya ditulis dengan baik. Saya keukeuh juga tentang yang satu ini.

Films to Be Buried With, siniar oleh Brett Goldstein

Look out, it’s only Films To Be Buried With!

Sekarang Kamis saya jadi berwarna karena siniar ini. Dan, resmi sudah, Brett Goldstein mencuri 2021 saya.

Goldstein ini ternyata adalah sarjana film. Di siniar ini dia bicara tentang kematian dan, sudah pasti, film bersama tamu-tamu yang berbeda setiap minggu. Dia akan berbasa-basi dulu dengan tamunya, menanyakan kesibukan mereka. Lalu tiba-tiba, dengan cara yang canggung tapi lucu, dia akan bilang kalau mereka meninggal dan harus mengingat kehidupan mereka melalui film-film yang pernah mereka tonton.

Siapa sangka kamu bisa dapat banyak hal dari percakapan yang mengawang-awang ini? Dari rekomendasi film sampai pemikiran tentang Tuhan dan keyakinan. Dari memori masa kecil sampai hal-hal yang paling menakutkan. Goldstein, yang seorang Cancer, adalah host dan pewawancara yang hangat. Pertanyaan favorit saya adalah, “Film apa yang dulu kamu suka, tapi ketika kamu tonton lagi belakangan ini, ternyata nggak kamu sukai lagi?”

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *